Thursday, December 13, 2012

Teknologi Cloud Computing Kelemahan dalam penggunaannya


Teknologi Cloud Computing
Kelemahan dalam penggunaannya


Abstrak
Kecanggihan teknologi telah berkembang sejak tahun 1960-an. Semakin berkembangnya pola pikir individu di dunia membuat seluruh programer dan IT membuat aplikasi, software, dan hardware yang lebih fungsional, canggih, dan menarik perhatian pengguna. Cloud computing merupakan hasil kemajuan teknologi era ini. Cloud computing adalah sistem yang dapat digunakan bersama – sama. Kita dapat menggunakan suatu software atau aplikasi tanpa harus menginstalnya di komputer yang kita gunakan. Dalam penggunaannya kita harus masuk dalam jaringan komputer.. Kelebihan cloud computing menarik para user untuk mengaksesnya. Namun, disamping kelebihan yang lain daripada sistem terdahulunya, cloud computing juga memiliki kelemahan dalam kerjanya yang membuat turunnya minat para pengguna.

Kata Kunci: cloud, computing, software, kelemahan, komputer

Abstract
the sophistication of the technology has been developed since the 1960s. The continued development of the individual mindset to make the whole world and IT programmers create applications, software, and hardware that is more functional, sophisticated, and attract the attention of users. Cloud computing is the the result of technological advancements of this era. Cloud computing is a system that can be used together. We can use a software or application without having to instal it on the computers we use. In use we have in the computer networking. The advantages of cloud computing is to attract users to access it. However, in addition to to the other advantages than previous systems, cloud computing also has weaknesses in its work which in turn lowers the interests of our users.

Keywords: cloud, computing, software, weaknesses, computer



Pendahuluan

                Kemajuan teknologi sangat pesat dari era perkembangan hingga kemajuan seperti sekarang ini. Para IT dan programmer dunia bersaing untuk menciptakan teknologi komputer baru yang lebih canggih. Mereka menciptakan hardware, software, dan aplikasi baru yang lebih praktis, lebih menarik dan lebih canggih. Subjek dari kemajuan teknologi ini 60% adalah remaja.
                Cloud computing adalah salah satu kemajuan teknologi yang sedang di gemari dan popular. Cloud computing merupakan suatu aplikasi sosial yang dibuat MIT yang dapat digunakan oleh umum hanya dengan menghubungkan PC, Laptop, Tab dengan jaringan internet. Pada cloud computing, software, aplikasi, prosesor, network seluruhnya terlihat abstrak.
Namun kemajuan IT ini memiliki kelemahan – kelemahan dan kekurangan yang masih perlu diperbaiki oleh para  MIT  untuk menyempurnakannya. Kelemahan inilah yang sepertinya menjadi pembahasan menarik.


Metode Penelitian
               
Metode penelitian dari pembuatan tulisan ini adalah mengumpulkan sumber – sumber dari blog, survey media cetak, dan membaca komentar pengguna cloud computing mengenai kekurangan atau kelemahan dari sistem ini.

Hasil Penelitian
Cloud computing pertama kali muncul atas gagasan pakar komputing IT, John McCarthy 1960an yang mengungkapkan bahwa suatu hari nanti komputasi akan memenjadi infrastruktur publik, seperti halnya listrik dan telepon.Selanjutnya ide Larry Ellison yaitu sebetulnya user tidak memerlukan berbagai software dijejalkan ke PC dekstop mereka. Dan akhirnya mencapai polularitasnya pada tahun 2000-an diluncurkan layanan aplikasi CRM dalam bentuk software as a Service, Salesforce.com oleh Marc Benioff ex VP di Oracle dengan misinya yang yaitu ” The End of Software”. Tahun 2006 hingga sekarang cloud computing ini mengalami perkembangan dan semakin popular.'
Keuntungan cloud computing sendiri yaitu lebih memudahkan para user dalam beraktifitas dengan komputernya, memudahkan transaksi sehingga lebih meminimalisir penggunaan hardware. Penggunaan software dalam PC juga dapat digantikan oleh cloud computing.
Pengguna cloud computing di Indonesia sendiri mayoritas para remaja dan perusahaan perusahaan. Terdapat beberapa perusahaan di Indonesia yang telah menyediakan layanan cloud computing. Namun sebagian besar pula masih kurang berminat dan tertarik akan sistem ini. Presentase pengguna cloud computing di negara selain Indonesia naik 3,1% tiap tahunnya, namun di Indonesia sendiri perusahaan yang menggunakan ini hanya sekitar 10 perusahaan pada tahun 2011.

Pembahasan
                Penggunaan  cloud computing yang mulai digemari karena fasilitas dan keuntungannya mulai berkembang dan pupular di perusahaan ataupun private user dalam aktifitasnya. Hemat dalam penggunaan hardware, menghemat penggunaan software dalam PC, dan lebih menarik merupakan faktor utama bertambahnya pengguna cloud computing.
                Di Indonesia pengguna cloud computing masih sangat rendah, kekurangtertarikan pengguna, teknologi yang mungkin terlalu canggih untuk masyarakat Indonesia, dan kelemahan yang masih dimiliki oleh cloud computing ini sendiri merupakan salah satu alasannya.
                Kelebihan cloud computing yang begitu menjanjikan memiliki kelemahan dalam kerjanya. Kelemahan inilah yang menjadi faktor berkurangnya minta dan ketertarikan para user. Cloud computing merupakan suatu sistem software yang digunakan bersama – sama, dalam satu aplikasi digunakan oleh beribu user maka otomatis akses ke sistem tersebut akan lama tidak secepat jika kita langsung menginstal software dikomputer kita. Kecepatan akses juga dibatasi oleh kecepatan akses kita ke internet. Akses kita juga sangat bergantung pada akses internet, jika terjadi kelebihan bebanmaka komputer akan macet atau tidak sama sekali bekerja jika akses ke internet bermasalah ataupun putus. Keterbatasan akses Internet di Indonesia tidak semaksimal jaringan Internet di Negara maju, inilah yang membatasi penggunaan cloud computing.
                Kelemahan lain dari sistem ini adalah penggunaan over internet membuat lemah di keamanan data yang tersimpan jadi lebih rentan terkena virus, malware, dan sebagainya yang ujungnya akan merusak sistem komputer kita sendiri. Kebebasan orang lain untuk mengetahui semua data yang masuk dalam sistem ini juga membuat kepemilikan data menjadi hak seluruh pengguna dunia maya ini dan kemungkinan data keluar dan dibaca orang lain tanpa sepengetahuan kita dan mengurangi kerahasiaan data.
                Kelemahan lain yang dimiliki sistem ini selain keterbatasan akses internet, kecepatan akses yang lemah, keamanan data pribadi yang kurang, rawan terkena virus dan malware, faktor IPTEK juga menjadi kendala penggguna cloud computing di Indonesia. Kelemahan – kelemahan dari sistem ini membuat berkurangnya minat pengguna cloud computing.

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil survey dari tulisan tangan pribadi para pengguna blog, hasil survey dari media cetak, dan melihat dari kehidupan sehari – hari, penggunaan cloud computing masih sangat rendah di Indonesia. Hanya sekitar 10 perusahan di Indonesia yang menggunakan cloud computing. Rendahnya pengguna di Indonesia ini karena keterbatasan akses internet, kecepatan akses yang lemah, keamanan data pribadi yang kurang, rawan terkena virus dan malware, faktor IPTEK juga menjadi kendala penggguna cloud computing di Indonesia.
Kesempurnaan cloud computing sangat diharapkan karena kecanggihan sistem lain mungkin akan menyaingi kecanggihan cloud computing. Meningkatkan keamanan data pribadi, dan menambahkan kuota akses untuk tiap user.
Para pengguna yang masih awam akan sistem cloud compuing dianjurkan untuk lebih memperhatikan data pribadi yang dimasukkan. Dalam mengakses cloud komputer juga harus dalam koneksi internet yang cepat dan disarankan untuk memilih waktu akses yang sekiranya sedikit pengguna untuk menghindari kelambatan kerja sistem.

Ucapan Terima Kasih
“Saya Dian Fatma mengucap syukur kepada Allah SWT yang telah membukakan pikiran sehingga dapat menulis dengan lancar. Saya ucapkan terimakasih kepada teman – teman yang telah berbagi informasi sehingga membantu saya dalam memahami materi. “

Penulisan Daftar Pustaka/Rujukan

[1]   Anonim (11 November 2012). cloud computing internet-intranet. Available : http://thelastexam.wordpress.com
[2]   Anonim (13 November 2012). pengguna cloud computing di Indonesi. Available : http://tekno.kompas.com
[3]   Anonim (11 November 2012). presentase pengguna cloud computing dunia. Available : http://sharingvision.com
[4]   Anonim (10 November 2012). pengguna cloud computing di Indonesia. Available : http://ices.pelitapromo.com

Thursday, December 6, 2012

LAPORAN PRAKTIKUM SPEKTROMETRI VIRTUAL SPEKTROFOTOMETRI







LAPORAN PRAKTIKUM
SPEKTROMETRI

VIRTUAL SPEKTROFOTOMETRI







NAMA                       : Dian Fatmawati
NIM                           : 101810301042
KELOMPOK            : 12
FAK. / JURUSAN     : FMIPA/ KIMIA






LABORATORIUM KIMIA ANALITIK
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2012



BAB I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Alat yang digunakan untuk mengukur absorbansi suatu larutan adalah spektrofotometer. Kerjanya yaitu dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada sampel dalam kuvet. Cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang dilewatkan akan sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet.
Analisis suatu komponen secara spektrometri menggunakan landasan hukum dasar Lambert-Beer. Hukum Lambert-Beer mengemukakan tentang serapan sinar atau energi radiasi oleh spesies kimia secara kuantitatif. Prinsip penggunaan spektrometer dapat diolah dalam alat komputasi yang dinamakan virtual spektrofotometer. Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah komputer  yang bertujuan untuk memahami cara menggunakan spektrofotometer dan prinsip dasar spektrotometri UV-VIS.
Berdasarkan latar belakang diatas praktikan melakukan praktikum tentang pengguanaan virtual spektrometer agar mahasiswa dapat menggunakan virtual spectrometer.

1.2  Tujuan Percobaan
Mahasiswa memahami cara menggunakan spektrofotometer dan prinsip dasar spektrotometri uv-vis melalui media interaktif tanpa bersentuahn dengan bahan kimia dan instrumen yang sebenarnya.


BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 MSDS Bahan
2.1.1 Kobalt klorida
Kobalt klorida merupakan senyawa anorganik yang digunakan sebagai indikator untuk air dalam bahan mencetak tekstil, karena perubahan warna dramatis dan mudah  mengalami dehidrasi. Mawar heksahidrat adalah salah satu senyawa kobal yang paling umum di laboratorium. Kobal klorida terutama digunakan untuk elektroplating kobal dan untuk persiapan reagen yang digunakan dalam sintesis organic. Sifat fisik dan sifat kimianya yaitu :
·                         Massa molar               : 129,839 g/mol
·                         Titik lebur                   : 735 ° C
·                         Titik leleh                   : 1049 ° C
·                         Kelarutan dalam air    : 43,6 g/100 mL (0 ° C)
·                         Kelarutan                    : larut dalam aseton, etanol, dan eter
Larutan ini beracun dan menyebabkan nyeri perut, mual, muntah, pembilasan dari wajah dan telinga, hipotensi ringan, ruam, dan nada di telinga Mungkin memiliki tindakan beracun kumulatif di mana penghapusan tidak dapat mengikuti penyerapan. Sejumlah besar menekan produksi eritrosit. Sebaiknya kobalt klorida ini disimpan dalam wadah tertutup rapat, disimpan di tempat yang kering, berventilasi, di daerah dingin. Melindungi terhadap kerusakan fisik. Isolat dari zat-zat yang tidak kompatibel. Cuci tangan sebelum makan dan minum, atau merokok di tempat kerja. Cuci Wadah bahan ini mungkin berbahaya ketika kosong karena mereka mempertahankan residu produk (debu, padat); amati semua peringatan dan tindakan pencegahan yang terdaftar untuk produk (Anonim,2012).


2.1.2 Aquades
Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O. Satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Memiliki massa molar 18.0153 g/mol, massa jenis 0.998 g/cm³ (cariran pada 20 °C)
0.92 g/cm³ (padatan), titik didih 100 °C (373.15 K) (212 °F). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik (
Anonim, 2012).
Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal, terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen pada tabel periodik, yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas, sebagaimana hidrogen sulfida. Dengan memperhatikan tabel periodik, terlihat bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen, flor, dan fosfor, sulfur dan klor (Anonim,2012).

2.2  Virtual spektrofotometri
Spektrofotometri merupakan suatu metoda analisa yang didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombamg spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor fototube. Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. Sedangkan pengukuran menggunakan spektrofotometer ini, metoda yang digunakan sering disebut dengan spektrofotometri (Basset, 1994:167).
Spektrofotometri dapat dianggap sebagai perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih mendalam dari absorbsi energi. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang gelombangdan dialirkan oleh suatu perkam untuk menghasilkan spektrum tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda (Khopkar,2008:201).
Skema spektrofotometer pada umumnya

Sumber cahaya
monokromator
sampel
detektor
amplifier
Piranti pembaca
 




                                                                                                                                                                                                                             (Aisyah, 2008: 1).
Komponen utama dari spektrofotometer yaitu :
1. Sumber cahaya
Untuk radisi kontinue :
A. Untuk daerah UV dan daerah tampak :
-           Lampu wolfram (lampu pijar) menghasilkan spektrum kontiniu pada gelombang 320-2500 nm.
-           Lampu hidrogen atau deutrium (160-375 nm)
-           Lampu gas xenon (250-600 nm)
B. Untuk daerah IR
Ada tiga macam sumber sinar yang dapat digunakan :
-           Lampu Nerst,dibuat dari campuran zirkonium oxida (38%) Itrium oxida (38%) dan erbiumoxida (3%)
-           Lampu globar dibuat dari silisium Carbida (SiC).
-           Lampu Nkrom terdiri dari pita nikel krom dengan panjang gelombang 0,4 – 20 nm
-           Spektrum radiasi garis UV atau tampak :
-           Lampu uap (lampu Natrium, Lampu Raksa)
-           Lampu katoda cekung/lampu katoda berongga
-           Lampu pembawa muatan dan elektroda (elektrodeless dhischarge lamp)
-           Laser
2. Pengatur Intensitas
Berfungsi untuk mengatur intensitas sinar yang dihasilkan oleh sumber cahaya agar sinar yang masuk tetap konstan.
3. Monokromator
Berfungsi untuk merubah sinar polikromatis menjadi sinar monokromatis sesuai yang dibutuhkan oleh pengukuran
Macam-macam monokromator :

-Prisma
-Kaca untuk daerah sinar tampak
-Kuarsa untuk daerah UV
-Rock salt (kristal garam) untuk daerah IR
-Kisi difraksi

Keuntungan menggunakan kisi :
-Dispersi sinar merata
-Dispersi lebih baik dengan ukuran pendispersi yang sama
-Dapat digunakan dalam seluruh jangkauan spektrum
4. Kuvet
Pada pengukuran di daerah sinar tampak digunakan kuvet kaca dan daerah UV digunakan kuvet kuarsa serta kristal garam untuk daerah IR.
5. Detektor
Fungsinya untuk merubah sinar menjadi energi listrik yang sebanding dengan besaran yang dapat diukur.
6. Penguat (amplifier)
Berfungsi untuk memperbesar arus yang dihasilkan oleh detektor agar dapat dibaca oleh indikator.
7. Read Out
Dapat berupa recorder atau computer (Alfa,2009:1).
Mesin virtual atau mesin maya (Inggris: virtual machine, disingkat vm) dalam ilmu komputer adalah implementasi perangkat lunak dari sebuah mesin komputer yang dapat menjalankan program sama seperti layaknya sebuah komputer asli. Mesin virtual terdiri dari dua kategori besar, dipisahkan menurut cara penggunaan dan tingkat keterhubungannya dengan mesin-mesin aslinya. Sebuah mesin virtual sistem adalah perangkat yang berupa platform sistem yang lengkap dan dapat menjalankan sebuah sistem operasi yang lengkap pula. Sebaliknya, mesin virtual proses didesain untuk menjalankan sebuah program komputer tertentu (tunggal), yang berarti mesin virtual ini mendukung proses tertentu juga. Karakteristik mendasar dari sebuah mesin virtual adalah batasan-batasan bagi perangkat lunak yang berjalan di dalam mesin tersebut, sumber daya yang dibatasi, dan tidak dapat mengakses ke luar tembok batasan dunia maya itu (Anonim,2012).

BAB 3. METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 ALAT DAN BAHAN
            3.1.1 Alat
·         Virtual spektrometer

3.1.2 Bahan
·         Larutan CoCl42-
·         Larutan Co(H2O)62+
·         Aquades (blanko)

3.2 SKEMA KERJA
3.2.1 Penentuan panjang gelombang dengan serapan maksimum dari larutan CoCl4-2 dan Co(H2O)6+2
a. Larutan Co(H2O)2+
Pengukuran absorbansi dengan kenaikan panjang gelombang 50 nm
Larutan Co(H2O)2+
 


-          Ditekan tombol molarity mode pada tombol persegi berwarna biru dibagian bawah kiri agar berada pada posisi wavelength mode
-       Dilihat kotak berwarna kuning di sebelah kiri gambar V-Spektrometer dimana di dalamnya terdapat dua kuvet yaitu untuk sampel (dapat di gunakan untuk dua larutan) dan untuk blanko (aquades)
-    Dibuka tempat kuvet di V-Spektrometer dengan menekan kotak tombol yang bertuliskan Click here to open
-            Diarahkan kursor ke kuvet yang berisi aquades
-      Ditekan dan ditarik kuvet tersebut ke dalam tempat kuvet sambil tetap menekan mouse kiri.
-            Ditutup tempat kuvet dengan menekan tombol click here to close.
-            Dibuat  panjang gelombang 350nm.
-            Diset pembacaan V-Spektrometer pada absorban nol  dengan menekan tombol yang bertuliskan 0 ABS / 100%T.
-            Dibuka tempat kuvet
-            Dikembalikan kuvet pada tempat semula dengan menekan tombol biru bertuliskan Remove cuvette.
-            Dimasukkan larutan kedalam tempat kuvet di V-Spektrometer dengan cara yang sama seperti menempatkan kuvet blanko.
-            Ditutup tempat kuvet
-            Dicatat nilai absorban yang ditampilkan pada display.
-            Diperhatikan tampilan kurva hubungan antara absorban dan panjang gelombang
-            Dibuka tutup tempat kuvet
-            Dikembalikan kuvet di tempatnya semula.
-            Dinaikkan nilai panjang gelombang menjadi 400nm dengan menekan tombol naik (berwarna kuning) yang terletak tepat di bawah display.
-           
Hasil
Diulangi  untuk setiap kenaikan panjang gelombang sebesar 50nm sampai mencapai panjang gelombang 750nm

Larutan Co(H2O)2+

Pengukuran absorbansi dengan kenaikan panjang gelombang 5 nm

 

-            Dilihat kurva yang didapat dari panjang gelombang (350-750 nm)
-            Diulangi langkah langkah seperti pada panjang gelombang dengan kenaikan 50 nm dengan mengubah  kenaikan panjang gelombangnya menjadi 5 nm
-            Digunakan daerah panjang gelombang yang diduga merupakan panjang gelombang dengan serapan terbesar
-            Ditentukan panjang gelombang dengan serapan maksimal


Hasil
 




b. Larutan CoCl4-2
            Pengukuran absorbansi dengan kenaikan panjang gelombang 50 nm
Larutan CoCl4-2
 


-       Diset alat V-spektrometer seperti pada larutan Co(H2O)2+
-       Dibuat  panjang gelombang 350nm
-       Diset pembacaan V-Spektrometer pada absorban nol  dengan menekan tombol yang bertuliskan 0 ABS / 100%T
-       Dibuka tempat kuvet
-       Dikembalikan kuvet pada tempat semula dengan menekan tombol biru bertuliskan Remove cuvette.
-       Dimasukkan larutan kedalam tempat kuvet di V-Spektrometer dengan cara yang sama seperti menempatkan kuvet blanko.
-       Ditutup tempat kuvet
-       Dicatat nilai absorban yang ditampilkan pada display.
-       Diperhatikan tampilan kurva hubungan antara absorban dan panjang gelombang
-       Dibuka tutup tempat kuvet
-       Dikembalikan kuvet di tempatnya semula
-       Dinaikkan nilai panjang gelombang menjadi 400nm dengan menekan tombol naik (berwarna kuning) yang terletak tepat di bawah display
-      
Hasil
Diulangi  untuk setiap kenaikan panjang gelombang sebesar 50nm sampai mencapai panjang gelombang 750nm

Larutan CoCl4-2


Pengukuran absorbansi dengan kenaikan panjang gelombang 5 nm
 

-       Dilihat kurva yang didapat dari panjang gelombang (350-750 nm)
-       Diulangi langkah langkah seperti pada panjang gelombang dengan kenaikan 50 nm dengan mengubah  kenaikan panjang gelombangnya menjadi 5 nm
-       Digunakan daerah panjang gelombang yang diduga merupakan panjang gelombang dengan serapan terbesar
-      
Hasil
Ditentukan panjang gelombang dengan serapan maksimal

Larutan Co(H2O)6+2
B. Larutan standar Co(H2O)6+2
 


-       Diubah mode V-spektrometer pada Molarity mode, dengan menekan tombol biru pada bagian kiri bawah
-       Diatur agar panjang gelombang yang digunakan yaitu panjang gelombang dengan serapan terbesar. (jangan merubah panjang gelombang ini selama percobaan).
-       Divariasikan konsentrasi larutan dengan mengatur nilai Molarity pada kotak dialog kuning di sebelah pilihan larutan.
-       Diatur sedemikian rupa sehingga diperoleh data konsentrasi minimal 8 titik data.
-       Dicatat data konsentrasi dan absorban yang terbaca pada V-Spektrometer.
-       Ditentukan koefisien korelasi dan persamaan garisnya dengan    menggunakan software spreadsheet plot data.
Hasil
 


BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL
4.1.1    Penentuan panjang gelombang dengan serapan maksimum dari larutan CoCl4-2 dan Co(H2O)6+2
a.       Untuk kenaikan 5nm
-          Larutan CoCl4-2                                                - Larutan Co(H2O)6+2

λ (nm)
A
350
0,174
400
0,045
450
0,547
500
0,809
550
0,532
600
0,094
650
-0,053
700
0,186
750
0,117

λ (nm)
A
350
0
400
-0,172
450
0,2
500
0,469
550
0,22
600
0
650
-0,172
700
0,023
750
0,009

b.      Untuk kenaikan 5 nm
Dilakukan dari panjang gelombang 375 - 750
-          Larutan CoCl4-2                                                                                - Larutan Co(H2O)6+2

λ (nm)
A
λ (nm)
A
445
0,344
505
0,818
450
0,547
510
0,823
455
0,59
515
0,81
460
0,596
520
0,79
465
0,596
525
0,77
470
0,587
530
0,748
475
0,499
535
0,716
480
0,634
540
0,656
485
0,697
545
0,611
490
0,754
550
0,532
495
0,786
555
0,457
500
0,809
560
0,388

λ (nm)
A
λ (nm)
A
395
-0,176
455
0,251
400
-0,172
460
0,264
405
-0,165
465
0,268
410
-0,05
470
0,259
415
-0,024
475
0,171
420
0,011
480
0,292
425
0,039
485
0,349
430
0,063
490
0,403
435
0,094
495
0,443
440
0,129
500
0,469
445
-0,02
505
0,489
450
0,2
510
0,498


4.1.2   Pembuatan kurva kalibrasi dari larutan standar CoCl4-2 dan Co(H2O)6+2 dengan λmaks = 510 nm
a.      
dari  hubungan konsentrasi dan absorbansi didapatkan grafik :

Untuk larutan CoCl4-2                          
M
A
0,002
0,332
0,004
0,664
0,006
0,997
0,008
1,329
0,01
1,661
0,012
1,993
0,014
2,325
0,016
2,658
0,018
2,99
0,02
3,322


b.     
Dari  hubungan konsentrasi dan absorbansi didapatkan grafik :

Untuk larutan Co(H2O)6+2
M
A
0,002
0
0,004
0,038
0,006
0,058
0,008
0,077
0,01
0,096
0,012
0,115
0,014
0,134
0,016
0,154
0,018
0,173
0,02
0,192


4.2 PEMBAHASAN
            Praktikum spektrometri kali ini yaitu virtual spektrofotometri. Virtual spektrometer merupakan percobaan spektrometri secara tidak langsung atau tidak menggunakan alat laboratorium, melainkan menggunakan media komputer. Kita dapat menggunakan software pada komputer untuk melakukan percobaan spektrometer ini. Software yang digunakan yaitu virtual spektrometer. Software ini menggambarkan animasi bentuk dari alat spektrometri di laboratorium.
Software ini bekerja seperti alat sesungguhnya sehingga memudahkan kita dalam percobaan jika terjadi keterbatasan alat di dalam laboratorium dan praktikan melakukan percobaan melalui media interaktif tanpa bersentuhan dengan bahan kimia. Sama seperti metode spektrometri menggunakan spektrometer manual, percobaan ini didasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis dilewatkan pada suatu larutan dengan panjang gelombang yang spesifik dengan menggunakan monokromator prisma atau kisi difraksi dengan detektor. Absorbsi sinar oleh larutan mengikuti hukum Lambert-Beer. Terdapat animasi yang tinggal pilih apa yang kita perintahkan maka alat ini akan menjalankannya. Berikut gambar virtual spektrometri:
            Alat diatas menunjukkan pilihan bahan, panjang gelombang, konsentrasi yang digunakan dalam praktikum, dan nilai absorbansi yang dihasilkan. Cara kerjanya yaitu sebelum menggunakan pastikan kita memilih apa yang akan kita ukur, selanjutnya buka tutup alatnya, masukkan sampel, kemudian akan otomatis menutup dan keluar hasil akan ditampilkan pada layar berwarna hijau. Jika selesai klik remove dan keluarkan sampel.
Percobaan ini akan mengetahui serapan maksimum dan hubungan absorbansi dengan konsentrasi. Sample yang digunakan yaitu Larutan CoCl42- dan Larutan Co(H2O)62+. Pertama kita masukkan aquades atau blanko pada tempat sampel dengan cara menggeretnya, set panjang gelombang 350 kemudian buat absorbannya menjadi nol (0) dengan memilih 0 ABS / 100%T.
Percobaan pertama yaitu menentukan serapan maksimum pada panjang gelombang 350nm-750nm. Percobaan ini dilakukan dengan dua kali, yaitu dengan kenaikan panjang gelombang 50nm dan 5nm, kemudian dilihat daerah serapan maksimumnya. Kenaikan 5nm dilakukan agar terbentuk penyempitan kenaikan panjang gelombang untuk lebih mengakuratkan nilai serapan maksimum yang didapatkan. Panjang gelombang maksimum yang didapat dari kenaikan 50nm dan 5nm kemudian ditentukan dengan melihat daerah yang nilai absorbannya paling tinggi. Hasil dari serapan maksimum pada larutan CoCl42-  adalah 0,823 pada panjang gelombang 510nm. Sedangkan hasil dari serapan maksimum pada larutan  Co(H2O)62+ adalah 0,498 pada panjang gelombang 510nm. Penentuan panjang gelombang ini dilakukan agar mengetahui absorbansi atau serapan maksimum dari sampel.
Percobaan kedua membuat kurva kalibrasi larutan CoCl4-2 dan Co(H2O)6+2.  Sebelumnya atur tipe pengukuran menjadi konsentrasi pada kotak warna biru. Kurva kalibrasi yaitu menghubungkan konsentrasi yang merupakan sumbu x sedangkan absorbansi bertindak sebagai sumbu y. Dari panjang gelombang maksimum yaitu pada panjang gelombang 510 nm dilihat besar serapannya, kemudian panjang gelombang dari serapan maksimum digunakan dalam pengukuran kalibrasi untuk memperkecil kesalahan. Kurva kalibrasi ini didapatkan dengan variasi konsentrasi 0,002 sampai 0,02 M dengan interval 0,002 pada masing-masing larutan bahan. Dari data yang didapatkan pada percobaan, dapat diketahui bahwa konsentrasi berbanding lurus dengan absorbansi dimana semakin besar konsentrasi maka semakin besar pula nilai absorbansinya. Hal ini dikarenakan pada konsentrasi yang tinggi, molekul-molekul dari larutan banyak yang berinteraksi dengan sinar sehingga lebih banyak sinar yang terabsorbsi daripada yang ditransmisikan. Dari pembuatan kurva kalibrasi, maka diketahui persamaan garis dan nilai koefisien regresinya. Selain itu dari grafik untuk larutan CoCl42- diperoleh koefisien korelasinya 0,989 dan persamaan garisnya y = 9,58x dan untuk larutan Co(H2O)62+  diperoleh koefisien korelasi 1 dan persamaan garisnya y = 166,11x – 0,001. Koefisien korelasi bernilai 1 atau mendekati menunjukkan bahwa data yang diperoleh sudah akurat.
                                                                                     

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari percobaan yang telah kami lakukan kami dapat menyimpulkan bahwa :
1.      Prinsip dari percobaan virtual spektrometri ini sama dengan prinsip spektrometri, namun yang membedakanya terletak pada praktek langsung  bersentuhan dangan bahan dan praktek tidak langsung bersentuhan dengan bahan.
2.      Dari percobaan didapatkan panjang gelombang dengan serapan tebesar yaitu pada daerah 510 nm. Diperkirakan bahwa  larutan CoCl4-2 dan Co(H2O)6+2 menyerap pada panjang gelombang 510 nm.
3.      Hasil yang didapat mendekati keakuratan karena nilai relasinya 1.
5.1 Saran
Sebaiknya praktikan lebih memperhatikan langkah demi leangkah yang dilakukan.


Daftar Pustaka

Anonim. 2010. Spektrofotometri. http://www.chem-is-try.org. 3 November 2012
Anonim. 2008. Spektrofotometer. http://rgm_aisyah’s blog. 3 November 2012 Anonim. 2010. Aquades. http://id.wikipedia.org. 3 November 2012 Anonim. 2010. Kobalt Klorida. http://id.wikipedia.org. 3 November 2012 Alfa. 2009. Alfa webBlog UNESA. http://alfawebblogunesa.blogspot.com/, 3 November 2012 Aisyah. 2008. Spektrofotometer. http://rgm_aisyah’s blog. 3 November 2012
Bassett, J., R.C. Denney, G.H. Jeffery, dan J. Mendham. 1994. Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.


Perhitungan
1.      Untuk larutan CoCl42-  pada panjang gelombang 510 nm dengan absorban 0,823    
X (Konsentrasi)
Y (absorbansi)
X - x
Y - y
r
0,002
0,332
0,108
17,939
0,316
0,004
0,664
0,106
17,607
1
0,006
0,997
0,104
17,274
1,796
0,008
1,329
0,102
16,942
1
0,01
1,661
0,1
16,61
1
0,012
1,993
0,098
16,278
1
0,014
2,325
0,096
15,946
1
0,016
2,658
0,094
15,613
1
0,018
2,99
0,092
15,281
1
0,02
3,322
0,09
14,949
1
 x = 0,11
 y = 18,271



2.      Untuk larutan Co(H2O)62+ pada panjang gelombang 510 nm dengan absorban 0,498
X (Konsentrasi)
Y (absorbansi)
X - x
Y - y
r
0,002
0
0,108
1,037
1
0,004
0,038
0,106
0,999
1
0,006
0,058
0,104
0,979
1
0,008
0,077
0,102
0,96
1
0,01
0,096
0,1
0,941
1
0,012
0,115
0,098
0,922
1
0,014
0,134
0,096
0,903
1
0,016
0,154
0,094
0,883
1
0,018
0,173
0,092
0,864
1
0,02
0,192
0,09
0,845
1
 x = 0,11
 y = 1,037